'Bout Mata Kuliah SI
| Sabtu, 14 Maret 2009 |
SI... nama yang gak begitu asing terdengar,,, awalnya ak menganggap klo mata kuliah SI jelek klo dibandingkan dengan TI,TI tu kayaknya sangat dibanggakan oleh Fakultas, SI menjadi nama yang terbelakang.. Tapi,setelah ku menjalani bulan demi bulan disana,kayaknya SI gak gt2 banget deh...menurutq semua mata kuliah di SI memberiku 2 skill yang berbeda.. selain bisa komputer,kita juga bisa ahli di bidang s0sial,,hehehehe lagian,anak2 TI juga banyak yang ngeluh kok,sp bilang mereka bahagia???hehehe.. pokok'e SI ntu t0p abiss lah... Label: about SI |
Ab0ut F.T.I tersayang ...
| Jumat, 13 Maret 2009 |
Sejak pertama masuk FTI, kayaknya biasa ajh,,tapi perasaan itu berubah menjadi luar biasa saat ak mulai mengikuti kegiatan di dalamnya.. seperti makrab,, adUUUhhhh...apa gak ad event yang bener2 bikin kita tersiksa selain FTI days '08??ckckckckc... orang2nya pada sangar2,tiba2 ak pikir, kakak2nya ajah udah kayak gini apalagi d0sennya? tapi,sejak perkuliahan pertama,ak sadar klo ternyata pemikiranku tu salah,hehehe ternyata dosen FTI tu cute2 abis kok,,(uhuk..uhuk..kok tiba2 batuk y?hehe) FTI tu bukan gedung bertingkat kok, dan juga bukan kantor yang luas.. tapi ak bangga lho bisa kuliah d FTI,ak serasa kayak pulang kerumah ajh(emg..hubungannya ap?)FTI tu menjawab cita2q,, tapi, ak emang salut ma semua acara2 yang d adakan ma FTI,ad yang gila2an,ad yang kerohanian banged dab ad yang emg serius banget..behhh |
This is Me,,,
| Kamis, 12 Maret 2009 |
hai... ini perkenalan sedikit dariku... Aq Martza, tapi kerennya cukup disapa iCha 0r Tza2 ajh..heheheh; ak nulis ini karena gak pengen fans2q pada kecewa...(alahh...) sejak dalam kandungan bapak,,eHH salah..maksudku waktu masih dalam kandungan ibu dink,ak udah diprediksi bakalan punya d0sen PSI yg imut.. ehh salah lagi, maksudku wajah imut,,hehehe btw anyway busway,,,, ak salah satu gadis yang suka malu-malu, yang takut untuk mengatakan pada dunia apa yang ingin ku katakan, tapi aku punya mimpi yang indah yang terdapat jauh didalam diriq,dan ak tau ak harus memberitaukannya kepada semua orang.. ak ingin sekali berkata "inilah ak,ak nyata berada di depan dunia.. ak berada di tempat yang dimana aku seharusnya berada, tempat dimana kalian menjadi orang yang benar - benar bersinar,,,sekarang ak taw siapa ak dan tak ada yang mengekangku saat ini, tak ada yang dapat menghalangi ak ingin jadi ap..." wew,terlalu lebay y kata2q?heheheh tw gak? ak paling gak suka dicuekin..sejak pertama ak kul disini,ak jengkell.. temen2q smua ngomongnya pke bahasa jawa,,hikZZ,,hikZZ... tapi gpp lah, itung2 blajar juga... Label: about my self |
6 Cara Menghemat Waktu
| Rabu, 26 November 2008 |
1. Datang kerja tepat waktu: Walaupun anda datang kerja sedikit terlambat, tapi kegiatan lalu menyalakan komputer anda, mencari minum, menyapa teman dan basa-basi lainnya bisa memakan 30 menit atau bahkan lebih waktu anda. Bila inilah penyebab waktu kerja anda terbuang, biasakan datang lebih pagi. 2. Tentukan prioritas kerja anda setiap harinya: Sediakan beberapa menit di pagi hari sebelum bekerja untuk menentukan hal-hal apa saja yang harus anda selesaikan hari itu. Ada saat dimana anda tak dapat memegang teguh daftar prioritas tersebut, tapi daftar tersebut tetap menjadi pegangan yang penting. Fleksibilitas memang penting sehingga bila ada pekerjaan mendadak yang penting, segera atur kembali daftar prioritas anda. 3. Jangan menunda-nunda pekerjaan: Perhatikan daftar prioritas tugas anda. Bila ada tugas yang sama yang muncul dari hari ke hari segera tanyakan mengapa tugas tersebut tidak selesai? Menunda pekerjaan adalah pemborosan waktu. Mungkin anda bisa mencoba sekali waktu dalam seminggu mengerjakan tugas anda dari prioritas terendah dahulu. Atau pindahkan suatu tugas yang mulanya anda taruh pada prioritas rendah ke prioritas yang lebih tinggi. 4. Jagalah waktu anda dalam bertelepon: Komunikasi telepon seringkali mengganggu pelaksanaan tugas kita. Bila anda sedang mengerjakan pekerjaan penting, matikan pesawat telepon anda, mintalah rekan lain menangani telepon masuk itu dan menuliskan pesannya untuk anda atau terimalah panggilan telepon itu dan bicaralah sesingkat mungkin. Jangan biarkan panggilan telepon mengatur waktu kerja anda. 5. Hindari selalu ingin mendapatkan hasil kerja yang sempurna: Mencari hal yang sempurna membutuhkan waktu yang lama dan dapat membuang waktu anda. Perhatikan kebiasaan kerja anda; apakah anda sering mengulang suatu pekerjaan/tugas karena anda merasa belum sempurna? Cobalah latih diri anda untuk mendapatkan kepuasan atas hasil kerja anda, walaupun itu mungkin belum sempurna, tapi sudah merupakan hasil terbaik yang dapat anda berikan saat itu. 6. Periksalah berapa lama waktu anda untuk "mengunjungi" rekan kerja anda: Cobalah catat berapa lama dan berapa kali anda mengunjungi rekan kerja anda dan berbicara untuk hal-hal yang bukan berhubungan dengan pekerjaan. Seringkali hal ini kurang disadari karena dilakukan "sambil lalu" saat mengambil minuman, bertemu dengannya di kamar kecil atau di tempat foto-kopi dsb. Jumlahkan waktu yang anda butuhkan untuk itu dan mungkin anda bisa menghemat banyak waktu kerja anda bila mengurangi "kunjungan" tersebut. Pada intinya adalah penting bagi anda untuk berusaha menganalisa sedalam mungkin apa saja hal-hal yang membuat anda tidak dapat bekerja dengan efisien. Mungkin cara kerja anda, atau sistem kerja yang anda lakukan, atau kebiasaan-kebiasaan yang boros waktu lainnya. Cobalah pikirkan atau diskusikan dengan rekan lain bagaimana anda dapat menghemat waktu kerja anda. Economic Press Inc. |
Etika Humor di Tempat Kerja
Etika Humor di Tempat Kerja Oleh: Indayati Oetomo (Direktur Internasional John Robert Powers) Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Demikian sepenggal kalimat dalam sebuah iklan di televisi. Kesuksesan seorang profesional kadang kala karena ia mampu meninggalkan kesan menarik di hati banyak orang. Apa saja kesan menarik ketika kita bertemu dengan orang lain? Penampilan, cara berbicara, dan tentu saja humor. Orang yang memiliki selera humor adalah orang yang menarik. JOKE DI WAKTU DAN SAAT YANG TEPAT Semua orang senang memiliki rekan kerja yang ceria dan bersahabat. Mempertahankan suasana hati tetap ceria dan bersahabat bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk menjaga suasana kerja nyaman dan hubungan dengan rekan kerja tidak kaku, kita dapat menyam-paikan humor. Ibarat oase di padang gurun, humor dapat digunakan sebagai jurus jitu melepaskan ketegangan. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua orang menyukai humor. Apa saja yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan humor? Ada beberapa hal penting, yaitu: 1 Pertimbangkan lawan bicara saat menyampaikan humor Humor atau joke yang berlebihan dapat menyinggung perasaan orang lain. Tidak semua orang menerima humor atau joke yang kita ucapkan. Sebaiknya kita mempertimbangkan siapa yang menjadi lawan bicara. Jika orang yang kita ajak bicara itu konservatif, kita dapat menyampaikan humor melalui body language (bahasa tubuh).Jika orang yang kita ajak bicara itu kaku dan tidak memiliki selera humor, kita dapat memancing dengan ilustrasi atau mungkin gerakan dan sikap yang ramah. Kita tidak perlu me-maksakan diri jika orang tersebut tidak respek dengan apa yang kita lakukan. Sebaiknya kita berpikir positif saja. Mungkin ia sedang menghadapi masalah yang tidak kita ketahui. 2 Kapan menyampaikan humor Menyampaikan humor di saat yang tepat sangat berguna. Misalnya, saat kita menghadiri meeting atau bercakap-cakap dengan rekan kerja, cobalah cairkan suasana dengan humor. Seorang pembicara dapat menggunakan humor sebelum menyampaikan makalah atau di tengah-tengah acara. Dalam hal ini pembicara menarik audience agar tetap memberikan perhatian terhadap topik yang disampaikan. BATAS-BATAS MENYAMPAIKAN HUMOR Ada banyak jenis humor. Humor berbentuk ilustrasi, teka-teki, humor tentang pekerjaan, keluarga, berbau politik, ekonomi, bahkan humor berkonotasi porno.Sebelum menyampaikan humor, kita harus melihat lawan bicara kita. Melontarkan humor di saat tepat pada orang yang tepat akan sangat berguna karena dapat membuat suasana jadi rileks. Saat menyampaikan humor, ada batas-batas tertentu yang harus kita perhatikan. Misalnya, joke yang dilontarkan kepada rekan kerja akan sangat berbeda dengan joke yang kita lontarkan kepada pemimpin atau orang penting lainnya. Demikian pula joke yang kita lontarkan kepada orang dewasa tidak akan sama dengan joke yang kita lontarkan ke anak-anak. Jadi, kita tidak bisa sembarang melontarkan joke tanpa memedulikan orang yang akan mendengarkan.Untuk mengukur sense of humor seseorang, kita dapat melihat sikap mereka. Orang yang memiliki sense of humor yang tinggi cenderung tidak betah berbicara serius saat sedang dalam kondisi serius. Tak jarang ia akan mengucapkan kata-kata yang akan membuat orang tertawa atau ia menunjukkannya lewat ekspresi wajah. Menurut beberapa orang, humor akan lebih menarik jika dibumbui hal-hal berbau porno. Namun, harus tetap diingat bahwa tidak semua humor menjadi lebih menarik meski dibumbui hal berbau porno. Sebagai profesional muda, hendaknya humor kita berkisar pada wawasan atau berhubungan dengan pekerjaan. Hindari humor berkesan jorok, menyinggung SARA atau melecehkan. Jangan sampai humor yang kita lontarkan terdengar “asal” karena hal tersebut akan menurunkan kredibilitas kita di mata rekan kerja.MENEGUR TEMANBagaimana jika rekan kerja kita kebablasan menyampaikan humor padahal sedang bertatap muka dengan tamu? Menegurnya secara langsung tidaklah bijak. Teguran langsung di ha-dapan rekan kerja yang lain pasti akan menyinggung harga dirinya. Ia akan malu atau malah melawan jika kita spontan menegur di hadapan rekan-rekan sekerja. Kita dapat mengingatkan agar ia dapat mengontrol diri. Jangan sampai hal itu menjadi trade mark setiap kali ia berhadapan dengan orang lain. Ada beberapa orang yang tidak tahan jika tidak melucu. Hal itu perlu disyukuri karena kehadirannya membawa suasana yang cukup menyenangkan sehingga mengurangi stres kerja. Mungkin yang perlu dikurangi orang tersebut adalah kata-kata atau kalimat yang kurang pantas didengar. Sekali lagi, apa pun humor yang ingin kita lontarkan, kita perlu memikirkan si pendengar. Jadi, sesuatu yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah sejauh mana orang yang akan kita ceritakan humor tersebut dapat menangkap maksud dari humor itu. |
Jangan Pernah Berkata....
Bila anda ingin berhasil menjadi BINTANG dalam perusahaan anda, cobalah untuk tidak pernah berkata: 1. "Saya kira hal itu sudah ditangani/dikerjakan oleh orang lain" 2. "Tidak ada orang yang memberitahu saya" 3. "Si A belum melaporkannya kepada saya" atau "Si A sedang mengerjakannya, saya masih menunggu hasilnya" 4. "Saya tidak punya waktu" atau "Saya terlalu sibuk" 5. "Tak terpikir oleh saya untuk menanyakan hal tersebut" Inti pesannya adalah: Dunia usaha saat ini hanya mempunyai SATU TOLOK UKUR dalam menilai keberhasilan karyawannya: PRESTASI KERJA! Apapun juga hambatannya, adalah tugas anda untuk menghilangkan hambatan tersebut. Bila anda gagal, tidak akan pernah menjadi salah-satu BINTANG perusahaan tersebut! disadur dari Communication Briefing Vol. XV |
Bagaimana Menghadapi Kritik Dari Rekan Kerja
1. Jangan menanggapi kritik secara pribadi. Sebaik apapun Anda sebagai seorang karyawan, tiap orang pasti dapat dikritik. Bersikaplah santai dan tenang dalam menerima tiap kritik. 2. Pahamilah bahwa ada orang-orang tertentu yang memang suka memberikan kritik. Mereka selalu melihat prestasi kerja orang lain dari sisi negatif. Terimalah mereka apa adanya. 3. Orang yang berani memberikan kritik umumnya adalah orang yang pandai dan kreatif. Mereka mampu melihat cara-cara lain untuk melakukan suatu pekerjaan dengan lebih baik tapi mereka sampaikan dengan nada yang negatif. Jangan bersikap defensif karena mereka mungkin dapat memberikan usulan yang sangat berguna bagi Anda. 4. Kadang-kadang seseorang melontarkan kritik hanya sekedar untuk melepaskan kekesalan hatinya. Bila ini yang terjadi, jadilah pendengar yang baik. Mungkin yang mereka keluhkan sebenarnya hanyalah sesuatu yang kurang berarti. 5. Dalam menerima kritik apapun juga, cobalah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu. Bila Anda tak dapat melakukan apapun juga, katakanlah dengan jujur dan berilah perhatian tulus atas usulan/kritik tersebut. 6. Dengarkan tiap kritik dengan seksama. Bila perlu, bertanyalah untuk menyakinkan bahwa Anda telah menangkap kritiknya. 7. Bila kritikan itu sehubungan dengan kesalahan yang memang Anda lakukan: akuilah dengan jujur. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak perlu Anda merasa malu. 8. Bila rekan Anda mengutarakan kritik atau sarannya, berarti mereka memperhatikan Anda. Saat Anda harus kuatir justru bila tidak ada rekan Anda yang mengkritik Anda! disadur dari Better Supervision, No. 667/1997 |
